Selasa, 20 Mei 2014

Rehabilitasi Medik Pasca Strok

Rehabilitasi Medik Pasca Strok, Stroke dapat menganggu fisik dan mental pasien. Untuk mengembalikan fungsi pasien seperti sebelum terkena stroke, perlu dilakukan rehabilitasi medik secara konsisten.
Stroke merupakan kerusakan ( injury ) jaringan otak yang disebabkan gangguan aliran darah ke otak. Menurut Dr. Ii Husein barnedh, Sp.S di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, penyakit dapat dikatakan stroke jika terdapat kelainan pembuluh darah, timbulnya secara mendadak, dan berlangsung lebih dari 24 jam.

Rehabilitasi Medik Pasca Strok Harus Dilakukan

Jika pasien sudah terkena stroke, maka dokter akan melakukan Rehabilitasi Medik Pasca Strok. Rehabilitasi medik adalah penanganan yang dilakukan pada pasien dalam keadaan stabil untuk mengembalikan fungsi tubuh pasien sehingga mendekati keadaan semula sebelum terjadi stroke. “Rehabilitasi medik baru dilakukan jika tensi pasien sudah stabil, tidak ada gangguan lain seperti lemah jantung atau radang paru. Kalau ada gangguan menelan, pihak rumah sakit harus memasang selang,” jelasnya. Salah satu contoh program rehabilitas medik adalah fisioterapi. Pada terapi ini pasien akan melakukan positioning, mobilisasi, fisioterapi pasif, dan fisioterapi aktif. Pada tahap positioning dan mobilisasi, pasien akan dibaringkan di atas tilting table (alat bantu berdiri) mulai dari posisi 30°, kemudian tilting table akan secara bertahap dimiringkan 15°. Setelah positioning dan mobilisasi, pasien akan melakukan terapi pasif dimana fisioterapis akan menggerakkan tubuh pasien. Terapi pasif berfungsi untuk merangsang syaraf untuk membangun kembali penumbra (area yang mengelilingi jaringan otak yang terkena stroke) dan mengurangi kaku pada pasien. Kemudian pasien akan melakukan terapi aktif dimana pasien akan dilatih untuk menggerakkan ototnya. “Pada saat itu, diharapkan saat pasien pulang, pasien bisa memindahkan diri dari ranjang ke kursi roda, baik dibantu maupun sendiri,” kata Ii. Tidak hanya fisioterapi, banyak program rehabilitasi medik yang bisa dilakukan setelah stroke. “Jika ada gangguan menelan atau gangguan bicara, rumah sakit akan melakukan speech therapy. Selain itu terapi okupasi diberikan untuk melakukan hal yang berhubungan dengan keseharian. Latihan keseimbangan dan memori juga diberikan jika pasien memiliki masalah pada bagian tersebut.” Rehabilitas medik memegang peranan penting dalam proses penyembuhan pasien dengan stroke. “Jika rehabilitasi medik tidak dila kukan, pasien rata-rata tidak akan meningkat kemampuannya.” Ii mengemukakan tentang contoh berhasil dari program rehabilitas medik yang dilakukan pasiennya. “Saya memiliki pasien yang dulu lumpuh total namun kini sudah bisa beraktivitas naik turun busway dengan sendirinya. Walaupun kekuatan motoriknya tidak 100%, namun kini ia bisa berjalan lagi,” tambahnya.

REHABILITASI MEDIK:
Fisioterapi: massage & manipulation, elektroterapi (pemanasan, ultrasound, interferensial)
Traksi (penarikan tulang belakang)
Terapi inhalasi
Senam stroke
Sensori integrasi
Occupational therapy
aktinoterapi (Penyinaran)
Taman refleksiologi
Latihan kemandirian sehari-hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar