Jumat, 14 Februari 2014

Resiko Kanker Payudara

Resiko Kanker Payudara, Secara garis besar, sebenarnya kelainan pada payuduara dapat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu kelainan infeksi atau peradangan maupun kelainan neoplastik (ada pertumbuhan jarngan baru pada payudara).
Kelainan neoplastik sendiri dibagi menjadi dua, yaitu lesi (perubahan sel/jaringan) ganas dan jinak. Wanita didiagnosis dengan kelainan-kelainan payudara yang dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Dibawah ini beberapa kelainan diatas mempunyai resiko kanker payudara yang akan berkembang adalah :

  • Lesi non-poliferatif kelainan ini mempunyai peluang kecil untuk berkembang menjadi kanker payudara, antara lain penyakit fibrokistik, adenosis, fibroadenoma simpleks, papilloma, radang pada payudara (mastitis), tumor jinak seperti lipoma (tumor jinak pada jaringan lemak), hemangima (tumor jinak pada bagian pembuluh darah), dan neurofibroma (tumor jinak pada jaringan ikat dan saraf payudara)
  • Lesi proliferative tanpa kelainan atipik, kelainan ini menunjukkan perumbuhan yang cepat dari saluran kelenjar jaringan payudara, antara lain yaitu hyperplasia duktus, fibroadenoma kompleks, adenosis sklerosing dan papillomatosis.
  • Lesi proliferaif dengan kelainan atipik, kelainan ini mempunyai efek yang lebih kuat dalam meningkatkan resiko kanker payudara, yaitu sebesar 4-5 kali lipat, berbeda dengan hasil proliferative tanpa kelainan atipik yang hanya meningkatkan resiko kanker payudara 2 kali lipat. Kelainan ini terdiri atas hyperplasia duktus atipik dan hyperplasia lobules atipik.
Penentuan stadium kanker payudara merupakan penderjatan kanker payudara secara klinis yang didasarkan pada system yang dikenal sebagia system TNM yang merupakan singkatan dari Tumor, Nodul, dan Metastatis. Jadi secara garis besar, stadium kanker seseroang dilihat dari besar kecilnya ukuran tumor primer (tumor yang tumbuh pertama kali pada jaringan payudara kemudian meawakili T untuk Tumor, ada tidaknya penyebaran kanker pembuluh getah bening redional, kemudian mewakili N untuk Nodul, dan ada tidaknya bukti penyebaran sel kanker melalui aliran pembuluh darah seperti ke tulang, hatil, paru, otak dan lain-lain, kemudian mewakili M untuk Metastatis (penyebaran jauh).
Penemuan dini merupakan strategi lain untuk down staging. Penemuan dini dimulai dengan peningkatan kesaran masyarakat tentang perubahan bentuk atau adanya kelainan di payudara mereka sendiri. Permasyarakatan kegiatan SADARI bagi semua wanita dimulai sejak usia subur sebab 85% kelainan dipayudara justru pertama kali dikelai oleh penderita bila tidak dilakukan penapisa massal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar