Selasa, 26 November 2013

Pemerikasaan Kanker Serviks Dengan Pap Smear

Pemerikasaan Kanker Serviks Dengan Pap Smear, Informasi Lengkap Mengenai Pemeriksaan Skrining Kanker Serviks Dengan Pap Smear!
Pemerikasaan Kanker Serviks Dengan Pap Smear, Untuk mendeteksi dan mengatasi perubahan abnormal pada serviks sebelum berkembang menjadi kanker, dibutuhkan skrining untuk mendeteksi keberadaan virus papilloma pada setiap perempuan. Salah satunya, melakukan pemeriksaan yang disebut Pap Smear. Dalam istilah medis, pap smear diartikan sebagai kegiatan untuk melihat sel-sel mulut rahim (serviks) di bawah mikroskop. “Hal ini, ditujukan sebagai metoda skrining untuk mendeteksi atau menemukan perubahan/abnormalitas dalam serviks sebelum sel-sel tersebut berubah menjadi kanker,” jelasnya seraya menambahkan, untuk mendeteksi adanya displasia sel-sel serviks dan bentuk awal kanker serviks yang belum menyebar. Pemeriksaan pap smear dilakukan di atas kursi khusus ginekologis.
Sampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan usapan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik. Setelah usapan dilakukan, sebuah sikat kecil berbulu halus (cytobrush) digunakan untuk mengambil sel-sel serviks tadi. Setelah itu, sel-sel tadi diletakkan dalam kaca objek dan disemprot dengan zat untuk memfiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung zat pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa, Pemerikasaan Kanker Serviks Dengan Pap Smear.
Masih seperti kata dr. Amelia, hasil pap smear normal merujuk pada indikator negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 indikator: pertama, bukan kanker, kebanyakan hasilnya hanyalah infeksi. Untuk kategori ini, biasanya pasien hanya diminta melakukan kontrol ulang dan melakukan pap smear pada 4-6 bulan ke depan. Kedua, pra kanker, menunjukkan adanya perubahan sel yang abnormal. Biasanya dilaporkan sebagai sel atipik atau displasia serviks. Apabila indikasi ini yang ditemukan, pasien akan dianjurkan untuk melakukan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks. Ketiga, indikasinya merujuk pada kemungkinan perubahan sel menjadi kanker ganas, dan pasien akan diminta langsung berobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar